Senin, 02 Desember 2013

paraben si pengawet kosmetik

http://en.wikipedia.org/wiki/Paraben


Alhamdulillah skripsi sudah selesai dijilid n untuk mengisi waktu sebelum hari wisuda, ga ada salahnya nulis di blog lagi..mumpung longgar,,hehee..
Paraben adalah ester para-hidroksibenzoat merupakan senyawa kimia yang berfungsi sebagai pengawet dalam industri farmasi dan kosmetik. Beberapa peneliti seperti Philippa Darbre dari Inggris menyatakan bahwa paraben ikut andil dalam perkembangan kanker payudara. Hal ini patut menjadi catatan penting bagi kita kaum hawa, dimana akhir-akhir ini begitu banyak penyakit yang berbahaya bahkan mematikan yang menghantui kaum wanita, sebut saja kanker payudara, kanker serviks dan masih banyak lagi jenis penyakit yang mungkin hanya terjadi pada perempuan saja. Dengan melihat begitu banyaknya jenis penyakit berbahaya tersebut, kita memang sebaiknya menyelidiki penyebab dari penyakit tersebut sebelum kita terjangkit. Mencegah tentu lebih baik dari mengobati bukan?
Nah,,balik lagi ke bahasan saya diatas. Kenapa saya menggaris bawahi paraben ini?karena wanita zaman sekarang kebanyakan bergantung kepada kosmetik untuk mempercantik diri, padahal hampir dipastikan semua kosmetik yang digunakan memiliki kandungan paraben sebagai pengawetnya. Jika kita menggunakan berbagai kosmetik setiap harinya, tentu kita dapat mengira-ngira seberapa besar kemungkinan kita untuk terjangkit salah satu penyakit berbahaya tersebut.
Mungkin untuk benar-benar lepas dari kosmetik sulit bagi wanita zaman sekarang, tapi maksud saya menulis ini harapannya kita dapat mengurangi penggunaan kosmetik itu sendiri, menggunakan kosmetik yang benar-benar dianggap perlu saja dan untuk waktu-waktu tertentu saja. Untuk perawatan setiap harinya kita dapat menggunakan bahan-bahan alam yang tidak kalah bagusnya dibandingkan dengan bahan kimia dan yang pasti tidak berbahaya jika digunakan secara rutin. Perawatan dari dalam dengan cara mengkonsumsi makanan yang baik untuk kulit juga akan turut andil dalam mempercantik diri kita. Dan yang paling penting kita bahagia dengan apa yang sudah dikasih Tuhan, karena sejatinya setiap perempuan itu cantik. Kalo katanya cherrybelle ni"don't shy,don't be cry,kamu cantik apa adanya"..:))

Minggu, 16 Desember 2012

Limbah kimia elektronik



Limbah kimia elektronik merupakan salah satu limbah yang berbahaya karena limbah tersebut memiliki bahan kimia yang berbahaya yaitu mengandung logam berat dan polimer yang berbahaya bagi lingkungan.


http://en.wikipedia.org/wiki/File:Ewaste-pile.jpg


  Akhir-akhir ini limbah elektronik semakin menumpuk saja. Hal ini dapat terjadi karena perkembangan elektronik dimana harga barang-barang elektronik yang semakin murah sehingga konsumen dengan gampang bisa mengganti barang elektroniknya jika sudah rusak dan yang lebih parah adalah konsumen yang membuang barang elektroniknya begitu saja karena menganggap barang tersebut sudah ketinggalan jaman padahal masih layak pakai. Hal ini dapat  memperparah tumpukan limbah elektronik. Sekarang lagi marak adalah merabahnya produk elektronik china dengan harga yang relatif murah.  Apabila sampah elektronik ini tidak ditangani dengan baik maka tidak menutup kemungkinan suatu saat limbah ini akan membahayakan alam.


Limbah elektronik kemungkinan besar akan selalu mengalami peningkatan setiap tahunnya. Untuk itu sebenarnya ada 3 langkah yang dapat dilakukan:
1.     Gunakan barang elektronik seefisien mungkin dan rawat dengan baik
2.     Jika rusak usahakan untuk memperbaikinya
3.     Jika tidak dapat diperbaiki gunakan komponen alat elekronik tersebut yang masih bisa dipakai

Menurut badan perserikatan bangsa-bangsa tentang lingkungan mengatakan bahwa ada 40 juta ton limbah elektronik yang terbuang setiap tahunnya. Amerika serikat dan China merupakan 2 negara yang menyumbang limbah elektronik terbesar. Semakin usang suatu peralatan elektronik maka semakin banyak kandungan logamnya. Baru-baru ini telah dilakukan penelitian yang membuktikan bahwa limbah elektronik dapat menyebabkan penyakit jantung.

Adapun beberapa unsur kimia berbahaya dalam peralatan elektronik antara lain adalah:
1.     Amerisium
Biasanya digunakan sebagai alat untuk mendeteksi bahaya kebakaran yang dapat mengakibatkan penyakit kanker atau bersifat karsinogenik.
Amerisium merupakan bahan yang berkilau putih dan berwarna agak keperakan dan banyak digunakan pada alat untuk mengukur ketebalan kaca radioaktif dan digunakan juga pada sumber radiografi sinar gamma. Bahan ini juga merupakan bahan yang mudah ditempa.
2.     Merkuri
Biasanya digunakan pada lampu neon, thermostat, monitor layar datar. Bahan ini dapat menyebabkan gangguan sensorik, dermatitis dan kelemahan otot.
3.     Sulfur
Difunakan pada baterai asam timbal dan dapat menyebabkan gangguan pada ginjal, hati, dan iritasi kerongkongan.
4.     BFR (brominated flame)
Digunakan sebagai bahan penghambat terbakarnya zat organik. Zat ini dapat membahayakan fungsi hati dan gangguan system syaraf.
5.     Kadmium
Kadmium banyak digunakan pada baterai nikel-kadmium yang mengandung 6-18% kadmium, penghambat terjadinya korosi pada kapal dan untuk peka cahaya resistor. Pada manusia jika terpapar dapat menyebabkan gangguan pada fungsi paru-paru dan gangguan fungsi ginjal.
6.     Timbal
Banyak digunakan pada baterai asam timbal, soldier dan monitor CRT kaca. Tingginya kadar timbal dalam darah dapat menyebabkan kerusakan system syaraf dan penurunan IQ.
7.     Berilium oksida

Kebanyakan limbah dibuang dengan cara:
1.     Dikubur
Apabila limbah elektronik ditimbun akan menyebabkan terserapnya logam berbahaya ke dalam tanah sehingga dapat mengganggu keseimbangan tanah dan air.
2.     Dibakar
Apabila limbah elektronik dibakar dapat menyebabkan pencemaran udara dan gangguan pada atmosfer. Adapun jenis logam yang dapat membahayakan atmosfer adalah timbal, merkuri dan cadmium.
3.     Reduce,reuse dan recycle
3R merupakan cara terbaik didalam pengolahan limbah elektronik.